
( Jakarta, Metropolitanpost.id )
Perubahan iklim menyebabkan kebijakan negara-negara dunia berupaya mengubah kebijakan energinya dengan meninggalkan penggunaan energi fosil yang berdampak buruk pada kenaikan suhu Bumi dan pelbagai bencana lingkungan.
Indonesia pun berani meningkatkan target penurunan emisi menggunakan sumber daya dan kemampuan sendiri (Nationally Determine Contribution) menjadi 31,89% – 43,2%, dari target semula 29% – 41%. Hal itu menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mengatasi kenaikan suhu global tak melebihi 1,5 derajat Celsius sesuai Paris Agreement, 2015.
Salah satu implementasi dari target nasional itu adalah konversi energi dari energi fosil ke energi hijau. Dorongan pada penggunaan kendaraan listrik menjadi wujud nyata upaya reduksi emisi karbondioksida penyebab gas rumah kaca (GRK).
Kebijakan menggantikan kendaraan konvensional berbahan dasar BBM menjadi kendaraan listrik, menyebabkan kebutuhan akan lithium semakin meningkat. Baterai listrik (lithium) ternyata belum diproduksi massal di Indonesia, sehingga masih diimpor dari China.
Ketiadaan ini membuat harga kendaraan listrik masih tinggi untuk ukuran masyarakat Indonesia. Ini menjadi faktor lambatnya masyarakat mengadopsi kendaraan listrik.
Menurut Alexander Worotikan, business advisor PT. Liftech Abdi Perkasa, dengan lithium baterai maka harga operasional kendaraan listrik akan menjadi lebih murah.
“Lithium bisa menggantikan diesel sehingga jauh lebih baik untuk lingkungan. Ini akan mengurangi ketergantungan kita pada bahan dasar fosil dalam industri nasional,” ujar Alexander kepada awak media pada Pameran Teknologi Pengolahan dan Pengembangan Terbesar di Indonesia, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, berlangsung 12-15 Oktober 2022.
PT Liftech Abdi Perkasa merupakan sebuah perusahaan importir yang berkecimpung di perdagangan produk, price,dan supplier forklift elektrik dari IMOW by EP Equipment yang melayani penjualan, service, rental dan suku cadang.
Masalahnya sekarang, belum ada baterai seperti ini di Indonesia. Memang dibutuhkan rantai kerja sama dari berbagai industri.
Sekarang, yang paling penting, kata Alexander, adalah proses edukasi pasar, karena masih banyak orang berpikir lebih baik menggunakan mesin diesel daripada mesin listrik yang menggunakan lithium. Mereka bertanya, bagaimana kalau kendaraan listrik itu rusak.
“Kami spesialis di service company. Kami memang mempersiapkan diri untuk mengedukasi pasar Indonesia untuk konversi energi dari diesel ke lithium. Emisinya biru,” ujar Alexander Worotikan.
Alexander berharap, lithium bisa menggantikan diesel sehingga jauh lebih baik untuk lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. * (Rika)
Service berkala sangat penting bagi forklift anda. PT. LIFTECH ABDI PERKASA berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan kami. Demi kepuasan dan kenyamanan pelanggan, kami menyediakan layanan perawatan dan perbaikan forklift yang terjadwal mulai dari perbaikan ringan maupun berat. Ketika... selengkapnya
Memilih Baterai Forklift yang Tepat Mengganti baterai forklift bisa menjadi proses yang membingungkan dan mahal dengan begitu banyak baterai berbeda dengan biaya berbeda yang tersedia di pasaran. EP Equipment telah bekerja sama dengan pakar energi kami untuk memberikan panduan sederhana... selengkapnya
( Jakarta, Metropolitanpost.id ) Perubahan iklim menyebabkan kebijakan negara-negara dunia berupaya mengubah kebijakan energinya dengan meninggalkan penggunaan energi fosil yang berdampak buruk pada kenaikan suhu Bumi dan pelbagai bencana lingkungan. Indonesia pun berani meningkatkan target penurunan emisi menggunakan sumber daya... selengkapnya
Belum ada komentar